Acheh-Sumatra National Liberation Front

  • Aneuek Mud
  • Mai 2016
  • Yusuf Dawood and Guree
  • Pelanggara
  • Bangsa Aceh Berdemo Di Jalan Raya Stockholm
Aneuek Muda1 Stockhol2 Yusuf Dawood and Guree3 Stockholm 4 Bangsa Aceh Berdemo Di Jalan Raya Stockholm 5

OLEH FARHAN MUHAMMAD UZAIR
Alumnus Pesantren Modern Misbahul Ulum, Aceh, kuliah Program Magister Hubungan Internasional di London, Inggris, melaporkan dari Den Haag

PERJALANAN saya ke Den Haag, Belanda, dalam rangka kunjungan belajar ke Mahkamah Hukum Internasional (ICC) telah menggugah hati saya untuk mencari jejak Duta Besar Kesultanan Aceh di bumi Eropa.

Berdasarkan beberapa tulisan yang saya baca, pada abad ke-16 Sultan Alauddin Riayat Syah Almukammil telah mengutus beberapa orang menuju Negeri Kincir Angin guna mempererat hubungan kedua kerajaan.

Utusan Kesultanan Aceh tersebut merupakan misi diplomasi pertama antara Asia Tenggara untuk Eropa. Sultan Alauddin Riayat Syah menunjuk Tuanku Abdul Hamid untuk memimpin rombongan tersebut menuju Zeeland, salah satu provinsi dari Kerajaan Belanda yang sekarang. Beliau dan rombongan sampai di Middleburg, ibu kota Zeeland pada Agustus 1602 dan disambut oleh Pangeran Maurits. Namun, tidak berapa lama sampai di Middleburg, Tuanku Abdul Hamid meninggal karena sakit dan dimakamkan di pekarangan gereja di Middleburg, Zeeland. Saat banjir melanda Middleburg pada tahun 1940, makam itu pun hilang.

Untuk mengenang Tuanku Abdul Hamid, dibuatlah sebuah prasasti dari marmer pada tahun 1978 untuk mengingat dan mengenang Duta Besar Kesultanan Aceh itu.

Ditemani oleh rekan dari Universitas Leiden, saya pun berangkat menuju Middleburg untuk melihat sendiri prasasti yang telah dibuat untuk mengenang sang Duta Aceh itu. Dari Stasiun Leiden kami berangkat menggunakan intercity train menuju Kota Middleburg, menghabiskan waktu tiga jam dari Leiden. Sesampai di Middleburg kami coba untuk mencari tahu di mana letak prasasti untuk mengenang Tuanku Abdul Hamid.

Mencari prasasti marmer tersebut tidak semudah mencari prasasti untuk mengenang Jenderal Kohler di pekarangan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh. Setiap orang yang kami tanya tak tahu di mana letak gereja Middleburg atau bahkan prasasti yang kami cari.

Berdasarkan informasi yang kami dapat dari pusat informasi turis di Middleburg, ada dua gereja dan satu museum tepat di sekitar sebuah menara yang tinggi atau disebut (Lange Jan) di kota tengah Middleburg. Kami pun mencari informasi di Zeeuws Museum. Petugas di museum ini pun tak tahu tentang Tuanku Abdul Hamid. Tapi untungnya, dia tahu di mana letak gereja tua di Middleburg yang dikenal dengan nama Oude Kerk Middleburg. Gereja tua itu terletak bersebelahan dengan museum tersebut dan masih dalam satu pekarangan. Namun, ketika kami masuk, pintunya tertutup.

Kami cari informasi dari orang yang sedang bekerja membetulkan pajangan di sekitar gereja. Tak seperti yang kami duga, ternyata dia tahu siapa Tuanku Abdul Hamid. Dia katakan kami berada di lokasi yang tepat. Prasasti tersebut berada di samping pintu masuk ke sebuah ruang yang biasa digunakan untuk acara penting di gereja tersebut. Namun, kerena pintu ruangan terkunci kami akhirnya harus menunggu. Orang tersebut menyuruh kami kembali dua jam kemudian karena akan datang orang yang bertugas mempersiapkan acara di ruangan itu.

Kami pun kembali dua jam kemudian dan akhirnya bisa masuk ke ruangan tersebut dengan izin dari orang yang bertugas dalam ruangan tersebut. Tepat di samping pintu masuk ke ruangan itu kami akhirnya bisa melihat sebuah prasasti marmer hitam yang telah diukir dengan tulisan Belanda (TER NAGEDACHTENIS AAN ABDOEL HAMID. HOOFD VAN HET ATJEHSE GEZANTSCHAP DOOR SULTAN ALA OEDDIN RIAJAT SJAH LILLAHI FIL ALAM AFGEVAARDIGD NAAR PRINS MAURITS MET DE ZEEUWSE SCHEPEN DE “ZEELANDIA” EN DE “LANGHE BARCKE’. HU WAS OUD EEN-EN-ZEVENTIG JAAR. OVERLEED IN 1602 EN WERD BUGEZET IN DE OUDE KERK TE MIDDELBURG). Kalau diterjemahkan berarti (Mengenang Abdul Hamid, Ketua Misi Aceh utusan Sultan Alauddin Riayat Syah Lillaifil Alam untuk Pangeran Maurits dengan kapal Zeeland “Zeelandia” dan “Langhe Barcke”. Berumur tujuh puluh tahun, meninggal pada tahun 1602 dan dimakamkan di gereja tua Middelburg).

Tuanku Abdul Hamid merupakan duta pertama Aceh ke negeri Eropa dan bahkan merupakan misi diplomasi orang Malayu pertama ke bumi Eropa. Beliau tetap dikenang sampai sekarang dengan dibuatnya prasasti untuk mengenang sejarah diplomasi Aceh dengan Belanda, bahkan Eropa.

Kalau di pekarangan Masjid Baiturrahman Banda Aceh ada prasasti Jenderal Kohler, gubernur jenderal Belanda yang gugur ditembak pejuang Aceh dalam pertempuran melawan bangsa Aceh, maka di pekarangan gereja Middleburg, Belanda ada prasasti Tuanku Abdul Hamid, Duta Besar Aceh yang telah gugur dalam misi

diplomatiknya dengan negeri Belanda dan Eropa.

Our Local Website

Laman web resmi kami: Sekretariat ASNLF/AM Sweden

Website UN

United Nations - Laman web PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa)

Website Pusat

ASNLF Pusat adalah laman web resmi ASNLF/AM